LOMBOK TENGAH — Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan oleh H. Fauzan Khalid di Lombok Tengah, Minggu (27/9/2026), diikuti pesertadari berbagai unsur masyarakat, termasuk pemuda dan tokoh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Fauzan Khalid menekankanpentingnya menjadikan Pancasila sebagai nilai yang benar-benar diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol atau materi seremonial dalamberbagai kegiatan kenegaraan.
Menurut Fauzan, Pancasila harus hadir sebagai pedomandalam menghadapi berbagai persoalan kehidupanmasyarakat yang terus berkembang. Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila tidak cukup berhentipada hafalan terhadap lima sila, tetapi harus diwujudkanmelalui sikap dan tindakan nyata.
"Pancasila jangan hanya dimaknai sebatas seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilaiPancasila benar-benar diinternalisasikan dan menjadibagian dari perilaku kita dalam kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Fauzan dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, tantangan penerapan Pancasila pada abadke-21 berbeda dengan tantangan pada masa ketikaPancasila pertama kali dirumuskan. Perubahan teknologi, perkembangan media sosial, arus informasi, perubahansosial, hingga dinamika ekonomi dan politikmenghadirkan persoalan baru yang membutuhkankemampuan masyarakat untuk menerjemahkan nilai-nilaiPancasila secara kontekstual.
Dalam konteks tersebut, Fauzan menilai pemuda memiliki posisi penting. Generasi muda tidak cukuphanya menjadi penerima nilai-nilai kebangsaan, tetapiperlu mengambil peran dalam menerjemahkan dan mengaktualisasikan Pancasila sesuai denganperkembangan zaman.
"Pemuda harus mampu mengkontekstualisasikanpenerapan Pancasila di abad ke-21. Tantangannyaberbeda. Karena itu, cara kita mengamalkan Pancasila juga harus mampu menjawab persoalan-persoalan baruyang muncul di tengah masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi dan keterbukaaninformasi memberikan peluang sekaligus tantangan bagikehidupan kebangsaan. Di satu sisi, teknologi dapatmemperluas akses terhadap pengetahuan dan memperkuat partisipasi masyarakat. Namun di sisi lain, ruang digital juga dapat menjadi tempat berkembangnyaintoleransi, disinformasi, ujaran kebencian, dan berbagaibentuk polarisasi sosial.
Karena itu, menurut Fauzan, nilai-nilai Pancasila harusmenjadi landasan dalam menggunakan teknologi dan berinteraksi di ruang publik, termasuk media sosial.
Sosialisasi Empat Pilar tersebut diharapkan tidakberhenti sebagai kegiatan penyampaian materi, tetapidapat mendorong peserta untuk membawa nilai-nilaiPancasila ke lingkungan keluarga, masyarakat, dan ruang-ruang sosial lainnya.
Keterlibatan berbagai peserta dari unsur pemuda dan tokoh masyarakat juga dinilai penting untuk memperluaspemahaman serta praktik nilai-nilai kebangsaan di tengahmasyarakat Lombok Tengah.
Fauzan menegaskan bahwa menghidupkan Pancasila membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Pemuda, sebagai kelompok yang berada di tengahperubahan sosial dan teknologi, memiliki tanggungjawab besar untuk memastikan Pancasila tetap relevansebagai nilai yang hidup dalam kehidupan bangsa.
"Yang kita perlukan bukan sekadar bagaimana menghafalPancasila, tetapi bagaimana menjadikan Pancasila sebagai cara berpikir dan cara bertindak dalammenghadapi persoalan bangsa hari ini," pungkasnya.








